Thursday, April 07, 2011

Format paragraph


Definisi paragraph pada aplikasi Ms. Word tidaklah sama dengan definisi paragraph pada linguistic, walaupun pemformatan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan pemformatan paragraph. Pada aplikasi ini, setiap pemisahan bagian dari dokumen yang menggunakan ENTER, maka dianggap satu paragraph, terlepas apakah memenuhi satu pokok pikiran atau tidak.
Jadi pemformatan paragraph ini akan berlaku pada bagian di mana setiap bagian itu dipisahkan oleh sekali ENTER.
paragraf.jpg
Bullets
Pemformatan paragraph menggunakan bullets adalah untuk mengatur paragraph menjadi daftar tidak berurutan, karena format daftar ini tidak berdasarkan prioritas, yang mana lebih utama dari yang lainnya. Jadi pemformatan ini digunakan jika daftar yang dibuat tidak memerlukan penting atau tidaknya item-item disebutkan terlebih dahulu dari item yang lainnya.
Penggunaan kata bullets(peluru) ini juga berdasarkan bentuknya yang seperti peluru ketika aplikasi Word ini masih pada versi awal. Sekarang gambar bullets terdiri dari banyak pilihan.
Cara member pemformatan bullets adalah dengan mengklik ikon bullets, atau perhatikan ikon yang ditunjukkan huruf U, dalam hal ini adalah kependekan dari  ‘Unordered List’. Perhatikan gambar segitiga kecil di sebelah kanannya. Ikon itu adalah drop down menu untuk menampilkan pilihan gambar bullets, selain gambar bullets yang standar.
Numbering
Penomoran daftar item yang memerlukan urutan adalah numbering, yaitu setiap item yang disebutkan mensyaratkan urutan dari yang terkecil ke nilai yang lebih besar. Urutan bias berupa angka atau huruf. Sebagaimana urutan ini diatur berdasarkan nilai dari yang terkecil, awal urutan tidak harus dimulai dari 1, a, atau i.
Untuk melakukan pemformatan ini sangat mudah. Perhatikan gambar, gunakan ikon numbering yang ditandai dengan huruf N. ikon ini juga memiliki ikon drop down yang berarti masih terdapat pilihan-pilihan mengenai numbering.
Cara lain adalah dengan mengetikkan a, A, 1, i, atau I sebagai nomor dari item, kemudian titik, dan selanjutnya mengetikkan item pertama. Secara default word akan menganggap paragraph tersebut sebagai item penomoran.
Penggunaan daftar urutan tentu saja terdiri dari tingkatan-tingkatan sebagaimana juga bias terjadi pada bullets. Tingkatan yang dimaksud adalah, bahwa tiap item mungkin saja memiliki daftar beurut ataupun tidak berurut, begitu seterusnya pada setiap item di bawahnya.
Pada drop down menu numbering terdapat pilihan untuk menempatkan level numbering, karena mungkin saja numbering yang diformatkan oleh MS. Word secara default tidak sesuai dengan level yang dimaksudkan.
Multilevel List
Jenis pemformatan paragraph yang lain adalah Multilevel List. Pemformatan ini digunakan untuk melakukan penomoran item secara otomatis berikut dengan format penomoran tingkat di bawahnya.  Ada banyak pilihan dari menu pemformatan ini, dan masih dimungkinkan untuk merubah format penomoran sesuai yang diinginkan.
Contoh di bawah ini adalah penomoran item yang sudah memiliki level.
1.       Pasar tradisional
a.       Buah
                                                               i.      Pisang
                                                             ii.      Jeruk
                                                            iii.      Mangga
                                                           iv.       
b.      Sayur mayor
c.       Pakaian
d.      Lauk pauk
2.       Pasar modern

*Bullets, Numbering, dan Multilevel List adalah system penomoran item. Untuk menurnkan level dapat digunakan TAB, sebaliknya untuk menaikkan level Shift+TAB.
Indentasi
Indentasi adalah format paragraph untuk membuat kedalaman awal paragraph terhadap sisi dokumen sebelah kiri selama masih dalam batas-batas margin. Indentasi ini sering digunakan untuk menandai paragraph. Pada MS. Word disediakan ikon untuk menambah maupun mengurangi indentasi yang satuannya sesuai dengan setting dokumen.
Untuk menambah indentasi digunakan ikon increase indent, pada gambar ditandai oleh huruf  AI, atau menggunakan key TAB. Sebaliknya untuk mengurangi indentasi digunakan ikon decrease indent AO, atau shortcut Shift + TAB.
Indentasi dapat diatur sesuai dengan keinginan dengan cara mengaturnya lebih lanjut menggunakan pilihan-pilihan paragraf dengan mengklik launcher, pada gambar ditunjukkan PG. cara lainnya adalah dengan mengatur handle indentasi kiri maupun kanan pada penggaris horisontal. Bila penggaris horisontal tidak tampak, dapat ditampilkan dengan View > Ruler.
Sort
Sort adalah pengaturan paragraf-paragraf menjadi berurut berdasarkan huruf awal paragraf dari a-z atau dari A-Z.  Sort ditandai dengan ikon yang berbentuk AZ dengan tanda panah menurun.

Penanda paragraf atau karakter tersembunyi.
Paragraf pada MS. Word dibatasi dengan sekali ENTER, tapi tanda sebuah paragraf secara default tidak ditampilkan, begitu juga page break. Untuk membantu mengenalinya, maka disediakan ikon yang pada gambar ditunjukkan dengan angka 8.
Alignment
Alignment adalah perataan sisi paragraph sebelah kiri maupun sebelah kanan terhadap sisi-sisi kedalaman(indentasi).  Terdapat empat perataan paragraph, yaitu:
1.       Perataan kiri (Left Align)
Setiap sisi paragraf diposisikan rata pada bagian kiri, sesuai dengan indentasi paragraf tersebut. Shortcut perintah ini adalah Ctrl + L.
2.       Perataan kanan (Right Align)
Perataan kanan adalah meratakan seluruh sisi kanan paragraf ke sebelah kanan indentasi kanan paragraf tersebut. Untuk melakukan menggunakan keyboard, dapat dilakukan dengan kombinasi Ctrl +R.
3.       Perataan tengah(center)
Paragraf ditempatkan tepat ditengah-tengah diukur dari sisi terkiri indentasi kiri sampai sisi terkanan indentasi kanan, kunci cepatnya adalah Ctrl + E.
4.       Perataan kanan-kiri(justify)
Sisi kiri diratakan pada indentasi kiri paragraf, dan sisi kanan paragraf diratakan pada sisi kanan indentasi kanan. Pendistribusian kata-kata atau karakter dalam paragraf ini menyebabkan perbedaan ukuran spasi di antara kata-kata atau karakter. Penggunaan perintah Ctrl + J, dapat digunakan sebagai alternatif.









Print Friendly and PDF

Tabel


Dalam pekerjaan sehari-hari ketika membuat dokumen, penggunaan tabel adalah satu dari sekian banyak cara memanfaatkan obyek yang disediakan Microsoft Office. Data yang tersusun dalam dokumen akan semakin rapih dan mudah dimengerti ketika di baca. Tabel juga adalah alternative lain yang digunakan untuk memaparkan data secara terpisah-pisah dalam kolom dan baris.


1.       Menyisipkan tabel
3.       Menambah baris
4.       Menyisipkan baris
5.       Menghapus cel
6.       alignment
7.       Ukuran cel
8.       Data
Tabel memang terdiri dari kolom dan baris. Kolom dihitung dari kiri ke kanan biasa diurutkan dengan huruf, mulai A, B, C, dan seterusnya. Sedangkan baris adalah obyek tabel yang tersusun melintang dari atas ke bawah diurutkan dengan angka 1,2,3,4, dan seterusnya.

Banyaknya kolom dan baris dapat ditentukan sendiri sesuai keperluan, yang pasti isi dari setiap sel akan dibatasi, di kolom dan di baris mana cel itu berada. Menyisipkan tabel pada MS Word maupun MS Powerpoint dapat dilakukan dengan cara yang sama, yaitu melalui Ribbon Insert.
Lakukan langkah di bawah ini:
1.       Pilih Ribbon Insert.
2.       Klik menu table
Insert table pada MS. Word
Insert Table pada MS. Powerpoint

3.       Dari menu table ini ada beberapa pilihan pada pull down menu yang muncul.
Lakukan drag and drop pada menu tersebut, dan pada status bar akan tertulis kolom x baris yang sedang dipilih. Selain itu pada lembar kerja ditampilkan pra pandang tabel bila jumlah  kolom dan baris tabel tersebut  jadi dipilih.
4.       Bila konfiguarasi tabel dengan jumlah kolom dan baris sudah sesuai, maka klik kembali untuk menutup pull down menu table, dan tabel pun sudah ada di dokumen pada posisi di mana pointer berada.
5.       Cara lainnya, yaitu:
a.       Pada pull down menu table, klik insert table. Perintah ini akan memunculkan dialog mengenai jumlah kolom dan baris yang dibutuhkan dalam tabel. Mengenai fit behavior akan dibahas selanjutnya. Klik OK
b.      Pada pull down menu table, klik draw table. Perintah ini akan merubah pointer mouse menjadi mata pensil yang digunakan untuk menggambar sebuah cel. Membuat tabel dengan perintah ini mengakibatkan tabel dapat berada pada posisi yang ditentukan secara bebas.
c.       Memasukkan tabel dari obyek MS. Excel. Cara ini adalah menyisipkan obyek berupa tabel yang pengolahannya sesuai dengan mengelola tabel pada MS. Excel. Cara menggunakan tabel ini pada MS. Word adalah dengan mengklik ganda, sedangkan bila sudah selesai, klik di luar area obyek tabel MS. Excel tersebut.
Tabel yang dibuat menggunakan perintah di atas akan sesuai dengan layout yang ditentukan mengenai jumlah kolom dan tabelnya. Tabel secara default akan memenuhi lebar dokumen, dan lebar kolom akan disesuaikan dengan lebar dokumen dan jumlah kolom, sedangkan tinggi baris disesuaikan dengan ukuran huruf pada dokumen.
Pengelolaan tabel lebih lanjut seperti menambah, membuang baris atau kolom dan lain sebagainya akan di bahas satu demi satu pada uraian berikut ini.
Latihan: Sisipkan sebuah tabel yang terdiri dari 5 kolom dan 7 baris pada dokumen MS. Word

Sebelum mengolah tabel, harus dipahami bagaimana cara memilih obyek-obyek pada tabel. Bila tabel sedang digunakan(aktif), yaitu bila pointer Beam sedang ada di sebuah cel, maka ada beberapa tanda yang dapat diperhatikan sebagai bantuan bahwa tabel sedang digunakan.
1.       Ada
 pada pojok kiri atas dan  ada
 pada pojok kanan bawah.
2.       Di atas menu standar ada Ribbon table tools, dan pada menu standar terdapat dua Ribbon tambahan yaitu: Design dan Layout.
Memilih obyek pada tabel bias dengan beberapa cara, di antaranya yaitu:
1.       Menggunakan pointer mouse
Untuk memilih
Lakukan
Sebuah cel
Klik pada sisi kiri(border) cel trsebut. .
Sebuah baris
Klik pada sebelah kiri baris tersebut.
Sebuah kolom
Klik pada border atau garis bantu bagian atas kolom tersebut.
Seluruh tabel
Klik pada move handle

2.       Menggunakan menu seleksi pada Ribbon Layout.
Pilih sub menu pada pull down menu yang disediakan. Perlu diingat menu ini tidak aka nada bila tabel tidak aktif. Akibat dari perintah yang ada pada menu itu adalah juga tergantung di mana pointer beam berapa.
3.       Selain dua cara di atas, bias digunakan kombinasi Shift/klik  + panah


Tabel yang sudah dibuat belum mencukupi untuk menampung data yang akan di isikan. Menambah baris dapat dilakukan untuk permasalahan ini. Menambah baris adalah menambahkan baris setelah baris terakhir pada sebuah tabel.
Cara paling mudah menambah baris adalah dengan menggunakan TAB, kunci keyboard yang biasa digunakan untuk berpindah cel. Tekan TAB beberapa kali sampai kolom terakhir, setelah pointer mencapai cel terakhir, maka pointer beam akan berpindah ke baris baru yang otomatis membuat sebuah baris dengan kolom yang sama dengan kolom di atasnya.



Bekerja menginputkan data menggunakan tabel sangat membantu, apalagi data yang berurut. Namun kadang kala data yang diinputkan ada yang terlewat. Artinya data tersebut tidak bias diinputkan di akhir baris. Hal ini tentu saja membuat penginput frustrasi, terutama bila dia tidak mengerti cara menyisipkan baris.
Menyisipkan baris adalah menambahkan baris di antara dua baris. Ada beberapa cara untuk menyisipkan baris, yaitu:
1.       Menggunakan mouse
a.       Letakkan pointer pada sel di atas baris yang akan disisipkan. Dalam hal ini berarti akan disisipkan baris di bawah pointer berada. Klik kanan untuk memunculkan pop up menu, pilih menu Insert, klik Insert Rows Below. Ingat bahwa baris yang akan disisipkan adalah berada di bawah cel yang dipilih.
Lakukan hal sebaliknya bila baris yang akan disisipkan ada berada di atas cel yang dipilih.

b.      Cara kedua adalah menggunakan Ribbon Layout, dan pilih menu seperti cara di atas
2.       Dengan menggunakan keyboard. Letakkan pointer di cel kolom terakhir pada baris yang bawahnya akan disisipkan baris. Pindahkan pointer beam ke sisi kanan baris di luar tabel menggunakan panah kanan. Selanjutnya tekan ENTER.
*bila cel yang dipilih terdiri dari beberapa baris, maka cara nomor satu akan menambah baris sesuai jumlah baris yang dipilih.




Cel yang tidak diperlukan dapat dihapus menggunakan beberapa cara, yaitu:
1.       Klik kanan pada cel yang akan dihapus
2.       Pilih delete cells
3.       Akan muncul dialog tambahan delete cells
Shift cells left: mendorong cel yang lain untuk dirapatkan ke kiri
Shift cells up: mendorong cel yang lain untuk dirapatkan ke atas
Delete entire row: menghapus seluruh baris pada cel yang dipilih
Delete entire column: menghapus seluruh kolom pada cel yang dipilih
*apabila yang dipilih adalah baris, maka klik kanan dan pilih delete row, begitu pula apa bila yang dipilih adalah kolom, maka klik kanan delete column.
Bila beberapa baris yang dipilih, maka pilihan delete dari klik kanan adalah delete rows. Hal itu berlaku juga pada kolom dengan menu delete columns




Alignment tabel adalah penempatan teks pada cel dalam sebuah tabel. Apabila isi dari sebuah cel adalah obyek grafis, maka pengaturan alignment akan juga berpengaruh pada obyek tersebut selama obyek tersebut diperlakukan sebagai teks.
Penempatan teks pada sebuah cel terdiri dari Sembilan macam posisi, yaitu:

Top left
Top center
Top right
Center left
Center
Center right
Bottom left
Bottom center
Bottom right

Untuk melakukan penempatan teks pada cel, lakukan langkah di bawah ini:
1.       Pilih cel, baris, kolom, atau seluruh tabel, kemudian
a.       Pada Ribbon layout pilih alignment yang diinginkan
, atau
b.      Klik kanan dan pilih Cell Alignment yang diinginkan


Pengaturan ukuran kolom dan baris pada sebuah tabel sangat penting pada hasil cetak pada dokumen yang berisi tabel. Ukuran lebar kolom dapat diatur secara otomatis, sehingga juga mempengaruhi ukuran kolom lain pada tabel tersebut.


Ada tiga macam pengaturan lebar kolom secara otomatis, yaitu:
1.       AutoFit Contents
Pengaturan ini akan membuat lebar kolom menyesuaikan dengan isi cel. Hal ini cocok bila yang diinginkan adalah setiap kolom memiliki lebar paragraph terpanjang dalam cel yang ada pada setiap kolomnya. Apabila cel-cel dalam tabel memiliki paragraph yang panjang, maka lebar tabel akan melebihi lebar area yang dapat dicetak(printable area)
2.       AutoFit Window
Pengaturan ini akan membuat lebar tabel sesuai dengan lebar area dokumen yang dapat dicetak berapapun kolom yang ada pada tabel yang dimaksud. Semua isi cel dipaksa untuk menysuaikan pada lebar kolom yang terjadi akibat perintah ini. Bila isi cel adalah paragraph yang panjang, maka akan diletakkan pada baris selanjutnya pada cel yang dimkasud.
3.       Fixed Column Width
Pengaturan ini berdasar pada lebar kolom-kolom yang ditentukan sebelumnya, bila ada kolom yang tidak ditentukan ukurannya, maka lebar kolom akan menyesuaikan terhadap pengaturan sebelumnya.

Cara melakukan pengaturan ini bisa dengan memilih menu AutoFit dari Ribbon Layout atau dengan cara klik kanan, dan memilih menu AutoFit

Pengolahan data
Pengolahan data pada tabel dilakukan untuk berbagai keperluan, di antaranya:

1.       Melakukan penyortiran
Penyortiran adalah melakukan pengurutan data berdasarkan criteria tertentu. Operasi ini akan mengakibatkan seluruh baris akan ikut diatur mengikuti cel yang dijadikan dasar penyortiran. Misalkan tabel berisi data nama siswa yang tentu saja memiliki huruf awal yang bias diurutkan sesuai abjad atau sebaliknya. Tapi perlu diingat, bahwa masing-masing siswa membawa data mereka seperti, jenis kelamin, alamat, dan lain sebagainya. Data yang mengikuti siswa ini diposisikan dalam baris di mana nama siswa itu ditempatkan. Oleh sebab itu data-data masing-masing siswa tidak boleh kacau akibat dari penyortiran.
Penyortiran terdiri ari dua macam, yaitu:
a.       Ascending, yaitu penyortiran dari nilai terendah ke nilai yang tertinggi. Bila tipe data adalah teks, maka data akan diurutkan berdasarkan huruf pertama teks, di mana a adalah nilai terendah hingga z. Penyortiran juga berlaku untuk data waktu.
b.      Descending, yaitu penyortiran lawan dari Ascending  dari nilai tertinggi  ke nilai yang terendah. Bila tipe data adalah teks, maka data akan diurutkan berdasarkan huruf pertama teks, di mana z adalah nilai teringgi hingga a.

Cara melakukan penyortiran adalah:
1.        dengan mengaktifkan tabel, kemudian pada Ribbon Layout pilih menu Sort.
2.       Perhatikan pada Label  ‘My list has’, di sana tedapat dua pilihan, apakah tabel akan disortir berdasarkan kepala baris  yang berada pada baris pertama tabel atau seluruh data dalam tabel ikut disortir termasuk baris pertama. Apabila tabel memiliki kepala baris maka, pada pilihan ‘Sort by’ akan muncul nama-nama kepala baris. Pilihlah kepala baris yang akan dijadikan dasar penyortiran
3.       Tentukan tipe data isi dari kolom tersebut
4.       Pilih apakah penyortiran naik(Ascending) atau menurun(Descending)
Penyortiran bisa berdasarkan beberapa kepala baris yang dilakukan berurutan sesuai pilihan, artinya penyortiran akan dilakukan bedasarkan criteria pertama dulu, kemudian criteria kedua dan selanjutnya.


2.       Mengkonversi data pada tabel menjadi teks
Pada dasarnya dokumen word terdiri dari kolom dan baris, seperti terlihat pada bar status pada bagian bawah jendela aplikasi. Tabel juga terdiri dari baris dan kolom, hanya saja data pada satu cel tidak dibatasi jumlah karakternya. Ada kalanya dokumen berbentuk tabel harus dipaparkan menjadi baris-baris paragraf biasa saja. Untuk melakukan hal itu sangat mudah, yaitu pilih tabel, kemudian pada Ribbon layout pilih menu ‘Convert to Text’.

3.       Melakukan penghitungan
Keistimewaan tabel adalah jelasnya alamat baris dan kolom yang ada pada tabel. Bila data adalah berupa data memenuhi sayarat untuk dilakukan aplikasi rumus, maka dalam MS. Word juga ada fitur formula.
Perlu diingat, bahwa pendanda kolom adalah huruf dari A-Z dan penanda baris adalah 1-dst, apakah dalam bentuk gabungan cel(merged) atau tidak.
Seperti dalam M.S. Excel, letakkan pointer beam pada cel tempat formula akan diaplikasikan, kemudian pada Ribbon Layout pilih Formula pada kelompok menu Data.
NO
NILAI 1
NILAI 2
NILAI 3
NILAI 4
JUMLAH
RERATA
LULUS
1
56
78
100
56
291
73

2
76
90
76
53
295
74

3
56
56
56
42
210
52

4
63
53
63
56

59

5
63
63
53
53

58

6
63
63
42
42

52


Print Friendly and PDF

Monday, March 28, 2011

halaman web pertama

 Halaman web sekurang-kurangnya memiliki bangun sederhana seperti ini:
<html>
<body>

<h1>Heading 1</h1>

<p>paragraf</p>

</body>
</html>


menulis script menggunakan Notepad

Ketiklah script seperti contoh di atas dengan menggunakan text editor favorit Anda dan simpan file tersebut menjadi format file *.html atau *.htm. Bukalah file tersebut menggunakan aplikasi browser, seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome, dsb.

Sehingga dalam browser akan menjadi:

 

Heading 1

paragraf

Halaman web selalu diawali tag <html> dan diakhiri tag </html>. Tag-tag tersebut membuat browser mengenali script tersebut sebagai halaman web dan memperlakukannya sebagai halaman web beserta semua isi dari halaman tersebut yang memberi perintah dengan tag-tag html.
Hampir semua tag html memiliki awal dan akhir, tag awal ditandai dengan < dan >, sedangkan tag penutup sama dengan tag akhir hanya ditambah dengan slash. Jadi seperti <tag> isi </tag>.
Seperti layaknya sebuah tubuh, halaman html terdiri dari kepala dan badan. Kepala dan badan tersebut berada dalam lingkup tag html.
<html>
 <head>
  <title>judul tulis di sini</title>
 </head>
 <body>

  <h1>Heading 1</h1>

  <p>paragraf</p>

 </body>
</html>
Bagian kepala adalah bagian yang paling cepat untuk dikenali, seperti wajah kita, kepala pada html diwakili dengan tag :

 <head>
  <title>judul tulis di sini</title>
 </head>


Dalam tag tersebut ada tag   <title>  dan   </title> yang dapat diisi judul dari sebuah halaman web. Isi dari tag    <head>  dan   </head> bukan hanya   <title> , masih banyak lagi tag yang berada dalam lingkup tag tersebut, yang pasti semuanya adalah sebagai pengenal halaman web pada jaringan internet.
Judul halaman web akan muncul pada bar judul browser ketika halaman yang dimaksud terbuka, dan tidak ditampilkan pada halaman itu sendiri. Tampilan halaman akan tergantung pada isi dari tag <body>  dan </body>.
Print Friendly and PDF

Monday, March 14, 2011

VCR - Jalur Puncak , siapa berani ikut coment di bawah

Yang mau goes ngilangin stress, cobain trek ini yuuk
Print Friendly and PDF

Friday, March 04, 2011

Mempaketkan dokumen Presentasi Powerpoint Anda

Seorang presenter yang baik selalu menggunakan segala kemampuan retorik dan penggunaan media demi penyampaian informasi sesuai dengan target dan tujuannya. Biasanya seorang presenter membekali dirinya dengan bantuan media visual yang menarik. Media visual yang digunakan agar menarik audiens adalah juga media yang menggunakan animasi atau multimedia.
Sebagai aplikasi pembuat media bantuan visual, Microsoft Powerpoint adalah aplikasi yang paling sering digunakan. Aplikasi ini sangatlah powerful sebagai pendukung presentasi, dari versi sebelumnya sampai versi terkini yaitu 2010 ketika posting ini dibuat. Pada prakteknya ada beberapa masalah yang muncul, misalnya ketika file Powerpoint yang sudah dipersiapkan tidak tampil seperti yang diinginkan karena beberapa hal sebagai berikut:
  1. File multimedia yang dibutuhkan tidak tampil, biasanya dari kesalahan kecil, yaitu kelalaian menyertakan file-file tersebut ketika file Powerpoint disalinkan ke folder yang lain.
  2. Huruf yang digunakan waktu mendisain tidak muncul ketika slide show, karena perbedaan kasanah huruf yang tersedia pada komputer saat presentasi dan desain.
  3. Penggunaan template yang tidak didukung oleh versi Powerpoint yang digunakan.
Semua hal tersebut dapat dipecahkan dengan mudah menggunakan fitur yang disediakan untuk memaketkan dokumen menjadi aplikasi auto play. Bahkan aplikasi ini dapat dimainkan di komputer yang tidak terdapat aplikasi Powerpoint, selama platform yang digunakan adalah Windows. Pemaketan ke dalam CD tidak selamanya harus menggunakan CD, karena pengguna msih bisa menundanya dengan hanya menyimpan file-file tersebut ke folder lain. Pada PowerPoint versi 2003 perintah ini bernama Package and GO.
Untuk lebih jelasnya, demikian langkah-langkah yang diperlukan dalam pemaketan ke CD:
  1. Pada pojok kiri atas ada tombol Office, klik tombol tersebut. Pilih publish, lalu pada pilihan yang ada pilih package for CD
  2.  Selanjutnya akan muncul jendela dialog untuk mengetikkan nama paket.
  3. Apabila dokumen Powerpoint yang dipaketkan berisi hyperlink ke sebuah file Powerpoint lainnya, maka klik Add Files untuk menambahkan file yang dimaksud.
  4. File-file tersebut masih dapat diatur prioritas kemunculannya dalam paket yang sedang dibuat. Atur menggunakan ikon panah hijau di sebelah kiri jendela dialog, seperti gambar di bawah ini.
  5.  Akan muncul peringatan yang memsatikan seluruh file yang disertakan kompatibel dalam paket, seperti gambar di bawah ini.
  6. Ikon options dapat diklik untuk menampilkan pilihan-pilihan lainnya, misalnya bagaimana pemunculan dokumen ketika CD dimasukkan ke drive, atau akankah huruf-huruf yang digunakan akan disertakan mengingat perbedaan kasanah jenis huruf tiap komputer. Selain itu juga ada pilihan untuk memproteksi dokumen presentasi. Setelah seluruh pilihan telah ditentukan, klik OK.
  7. Jendela berikutnya adalah langkah terakhir untuk menyimpan paket, apakah akan langsung ke dalam CD atau ke dalam folder yang lainnya. Bila akan disimpan langsung ke CD, pastikan sudah ada CD kosong di dalam drive optical.
Demikianlah tips memaketkan dokumen Powerpoint ke dalam CD.
Print Friendly and PDF

Memproteksi Dokumen Office

Dokumen yang dibuat pada Microsoft Office dapat disimpan menggunakan fitur pengaman agar dokumen tersebut tidak dibuka atau dirubah tanpa seizin pemilik dokumen tersebut. Sebuah hal yang mengesalkan, apabila jerih payah yang telah kita curahkan untuk membuat sebuah karya, lalu di salin orang lain tanpa sopan santun yang jelas.
Oleh karena itu fitur pengamanan ini, sangat membantu dan mencegah kita kehilangan dokumen kita. Sejauh ini fitur pengaman ini masih dapat diandalkan.
cara melakukan proteksi dokumen dalam Microsoft Office adalah sebagai berikut.
gambar1

  1. Simpan dokumen sebagai (SAve As), jendela dialog Save As akan tampil seperti dalam gambar1.
  2. Cari tombol Tool, dan klik untuk membuka drop down menunya. Dari pilihan yang ada, pilih General Options, gambar2.
    gambar2
  3. Perintah pada langkah kedua akan membuka jendela General Options. di sana terdapat dua pilihan proteksi dokumen: proteksi untuk membuka dan untuk memodifikasi. Kedua pilihan dapat digunakan, dan keduanya membutuhkan password, tidak harus sama. gambar3.
    gambar3
  4. Pada jendela General Options terdapat dua field yang digunakan untuk mengisikan password. Apabila diketikkan karakter, otomatis karakter yang terlihat adalah karakter khas password. Pastikan caps lock tidak sedang aktif, klik OK.
    gambar4
  5. Setelah itu akan muncul peringatan untuk mengulang password yang digunakan pada field password to open, atau field password to modify. Peringatan tersebut hanya muncul salah satu yang digunakan, dan akan muncul keduanya apabila kedua fitur digunakan. gambar5.
gambar5     
Print Friendly and PDF

Ujian Praktek TIK 2011

Para siswa sekalian,
berdasarkan instruksi dari sekolah, kita harus melaksanakan ujian tulis dan praktek TIK untuk kelas XII tahun pelajaran 2010/2011. Akan tetapi waktu yang disediakan sangat sempit, dan oleh karena itu maka ujian praktek harus dilakukan mandiri.
Tugas praktik TIK adalah membuat presentasi menggunakan Microsoft PowerPoint dengan judul "Profil  SMA Negeri 4 Kota Tangerang Selatan".
Data yang diperlukan sebagai isi presentasi tersebut, kalian sediakan sendiri. Hasil dari praktek ini adalah penyimpanan menggunakan CD dengan perintah Package for CD (2007), atau Package and Go (2003)
Demikian pemberitahuan mengenai Ujian praktek TIK.
Untuk informasi lebih lengkap, kalian dapat melihat link yang ada pada posting ini.

Informasi Lebih Lanjut
Print Friendly and PDF