Wednesday, November 14, 2012

Binary, Octal, Decimal, Hexadecimal

Pada tulisan saya terdahulu [baca di sini] sudah dibahas mengenai konversi bilangan binary menjadi decimal, dan pada kesempatan ini saya akan membuka wawasan kita semua mengenai keunikan empat sistem bilangan yang digunakan komputer, yaitu Binary, Octal, Decimal, Hexadecimal.

Tulisan ini adalah untuk mengingatkan saya sendiri, dari pada dilupakan, tentang buku yang pernah saya baca untuk memahami digital electronic.

Bilangan Biner (Binary)

Binary adalah sistem bilangan yang terdiri dari hanya 2 bilangan sesuai namanya yaitu binary. Angka tersebut adalah 0 dan 1. Berikut adalah kutipan contoh pada tulisan saya terdahulu:

Katakan saja angka 458 decimal adalah 4x102 + 5x101 + 8x100Perhatikan angka pangkat berdasarkan harga tempatnya dimulai dari 0 dari sebelah paling kanan. Sekarang ada angka 101 binary jika dirubah menjadi decimal adalah 5 dengan perhitungan sebagai berikut: 1x22 + 0x21 + 1x20
Angka decimal adalah angka yang umum kita gunakan dalam kegiatan sehari-hari, dan sesuai namanya decimal hanya terdiri dari 10 angka 0 sd 9. Oleh karena itu penghitungan angka decimal adalah mengalikan setiap angka (contoh 458) dengan 10 dengan perbedaan pangkat sesuai harga tempatnya dimulai dari angka paling kanan dengan pangkat 0.

Lalu untuk mengkonversi angka binary menjadi decimal adalah dengan mengalikan semua angka dengan angka 2 dan tidak lupa pangkat berdasarkan harga tempat.
Sebuah angka binary 8 bit 11111111, jika dikonversikan ke dalam decimal adalah 255, dengan perhitungan sebagai berikut:
1x27 + 1x26 + 1x25 + 1x24 + 1x23 + 1x22 + 1x21 + 1x20   = 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1

Bilangan oktal (Octal)

Sesuai namanya bilangan octal terdiri dari delapan angka dari 0 sd 7, jadi angka 70 oktal tidaklah sama dengan 70 decimal. Untuk memahami angka octal, sama juga dengan memahami binary, yaitu dengan mengkonversi ke dalam decimal.
Contoh, mengubah 57 octal menjadi decimal adalah sebagai berikut:
 5x81 + 7x80   = 40 + 7 = 47


Bilangan heksadesimal (hexadecimal)

Bilangan heksadesimal terdiri dari 16 sesuai dengan nama sistem bilangan tersebut, terdiri dari 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F. Jadi apabila ditemukan sebuah kode warna seperti #ef0a9b, semua itu adalah angka. Heksadesimal memang sering ditemui pada pengkodean warna RGB seperti contoh di atas. Selain itu heksadesimal digunakan untuk menuliskan angka alamat IP v6, hal itu untuk memperpendek penulisan angka di mana jumlah data yang dituliskan akan terlalu panjang bila dituliskan dalam binary atau angka lainnya.

Contoh sebuah angka heksadesimal 9A jika dikonversikan menjadi desimal adalah:
 9x161 + 10x160   = 144 + 10 = 154
Semua angka dikalikan 16 karena angka heksadesimal terdiri dari 16 angka, dan tentu saja pangkat berlaku sesuai harga tempat seperti penghitungan biner dan oktal. A dalam heksadesimal adalah urutan urutan ke 10 pada desimal, oleh karena itu A dirubah menjadi 10.

Sekarang bagaimana angka kode warna seperti contoh di atas(#ef0a9b), tentu nilainya sangat besar dalam desmal? 
Kode warna RGB memiliki aturan syntax tersendiri dengan tanda # yang membuat kode itu dianggap sebagai kode RGB. Kode warna RGB adalah perpaduan warna Red, Green, dan Blue dengan masing-masing warna terdiri dari 8bit=256 warna. 
256 warna berarti variasi warna dari 0 sd 255, yang tentu saja masih kita ingat sebagai bilangan 8bit atau dalam biner 11111111. Warna tertinggi dalam setiap warna kode RGB adalah 255 desimal yang bila dikonversi menjadi heksadesimal adalah FF, sehingga masing masing warna tidak lebih dari 2 angka, dan dari contoh di atas maka dapat dipahami sebagai #=anggap sebagai RGB, R=ef| G=0a| B=9b.

Untuk bersenang-senang, cobalah Anda hitung  kode RGB #ef0a9b ini.

Inti dari ide penulisan posting ini adalah menemukan keunikan sistem bilangan Binary, Octal, Decimal, Hexadecimal. Bilangan tersebut dapat dihitung dengan mudah dan dikonversi di antar mereka dengan cepat.

Sebuah bilangan desimal 250 bila dikonversi menjadi biner bisa dengan berbagai cara:

cara pertama:
Bagi angka tersebut (250) dengan 2, di mana hasil pembagian tersebut dibagi 2 lagi hingga tidak bisa dibagi 2.
250 : 2 = 125 sisa 0
125 : 2 = 62   sisa 1
62   : 2 = 31   sisa 0
31   : 2 = 15   sisa 1
15   : 2 = 7     sisa 1
7     : 2 = 3     sisa 1
3     : 2 = 1     sisa 1
1  

Tulislah bilangan yang tidak bisa dibagi 2 (1) berurutan ke atas dari sisa setiap pembagian, maka dihasilkan 11111010. Bila hasil sebuah pembagian angka desimal menjadi biner tidak terdiri dari 8 digit, maka tuliskan 0 di awal angka, di mana 0 tidak akan berarti apapun.

cara kedua:
kurangi angka desimal tersebut (250) dengan angka desimal hasil dari 2n terbesar yang mendekati angka tersebut.
perhatikan 1,2,4,8,16,32,64,128, dst
Setiap proses pengurangan yang terjadi, dituliskan angka 1, dan bila tidak maka tuliskan angka 0.
Mulailah pengurangan dengan 128, karena tidak mungkin 255 dikurangi 256. Lakukan terus hingga habis, maka akan didapat angka biner 11111010.

Kedua cara tersebut juga dapat diaplikasikan pada bilangan octal dan heksadesimal dengan sederhana.

250 desimal menjadi oktal :

cara pertama
250 : 8 = 31 sisa 2
31   : 8 = 3   sisa 7
3
maka 250 desimal adalah 372 oktal

cara kedua
perhatikan 8,64,512, dst
250 - (64 x 3) = 58
58   - (8 x 7)   = 2
2


250 desimal menjadi heksadesimal:

cara pertama
250 : 16 = 15 sisa 10
15
15 adalah F dan 10 adalah A
maka 250 desimal adalah FA heksadesimal

cara kedua
perhatikan 16, 256, dst
250 - (16 x 15) = 10
10


Cara Unik

Ada cara unik pengkonversian dari sistem bilangan di atas, yang tentu lebih mudah dan cepat. Untuk lebih jelasnya kita akan menggunakan lagi 250 desimal sebagai contoh.

250 desimal adalah 11111010 dalam biner.
coba kita pisahkan angka-angka biner tersebut menjadi masing-masing 4 digit dari belakang, menjadi 1111   1010

1111 = 15 dalam desimal atau F dalam heksadesimal
1010 = 10 dalam desimal atau A dalam heksadesimal
maka dengan mudah mengkonversi biner menjadi heksadesimal dengan cara memisahkan masing-masing 4 digit dari bilangan biner itu. 

Mengapa 4 digit? Perhatikan bahwa mengkonversi biner ke dalam desimal adalah dengan mengalikan masing-masing angkanya dengan 2n , di mana n adalah pangkat sesuai harga tempat. Berapakah n untuk  2n=16? n = 4.

Lalu apakah hal itu dapat diaplikasikan pada bilangan oktal? Mari kita coba

250 desimal adalah 11111010 dalam biner.
coba kita pisahkan angka-angka biner tersebut menjadi masing-masing 3 digit dari belakang, menjadi  11 111 010

11  = 3 
111= 7
010= 2

Silakan mencoba :)

Print Friendly and PDF

Komputerku mati

Belajar komputer adalah belajar menghitung?
Ya, karena komputer itu berasal dari kata compute atau menghitung. Apakah pernyataan itu cukup sampai di sini, sekedar mengisi sebuah soal TIK, atau memang sebenarnya komputer itu adalah mesin hitung.
Sebagian besar siswa pasti tidak percaya mengenai hal di atas, apalagi kalau saya katakan komputer tidak bisa membaca, mendengar, berbicara, apalagi menyanyi.
Para siswa spontan akan berkomentar, bahwa dengan komputer mereka bisa mendengar musik, bahkan menonton film. Bahkan jika Anda membeli media cakram optik, ada istilah R atau RW yang berarti Read atau Read and Write.
Computer sekali lagi tidak bisa membaca dan menulis. Semua kata kerja sebagaimana disebutkan di atas membaca, menulis, menyanyi, berdengung, hidup, mati dll adalah personifikasi komputer yang membantu pekerjaan manusia. Kecuali menghitung, komputer tidak bisa apa-apa.

Komputer diaktifkan dengan tenaga listrik dengan dua perintah 1(hidup) dan 0(mati). Lalu bagaimana Anda bisa mengerti semua ini, dengan komputer terkini dan segala kemampuannya, dapat melakukan banyak hal?
Perkembangan komputer adalah juga perkembangan teknologi elektronika. Komputer berkembang dari jaman analog hingga digital.

Perbandingkan juga alat elektronika Anda, katakan saja radio dan televisi. Lihat ukuran dan kemampuan mereka melayani kebutuhan kerja dan hiburan untuk manusia.
Perkembangan alat-alat tersebut adalah dimulai dari menghidupkan dan mematikan arus listrik yang mengalir sebagai tenaga mereka.

Sebuah lampu akan hidup jika Anda menekan saklar, yang jika Anda amati tertera tanda angka 1, dan sebaliknya akan mati berkat tombol lainnya yang bertanda angka 0. Sedikit lebih rumit, jika Anda amati lampu lalu lintas, di saat lampu merah menyala, maka lampu hijau dan kuning mati, dan Anda sudah menebak lampu di bagian lain persimpangan tersebut.
Dari hidup-mati menjadi bila merah, maka hijau dan kuning mati dan lampu hijau akan hidup pada persimpangan jalan itu.

Memang semua hal dimulai dari yang sederhana. Sekarang Anda bayangkan lampu penghias pohon natal, yang tentu saja tidak hanya merah-kuning-hijau. Sudah semakin rumit? Ada yang lebih rumit seperti ribuan lampu led pada billboard di jalan besar dengan berbagai warna dan antrian untuk hidup dan mati.
Komputer Anda sudah termasuk generasi terkini, dan anggap saja lampu-lampu itu ada jutaan dan berkumpul membentuk barisan pada layar monitor Anda.

Barisan 'lampu' itu adalah resolusi monitor Anda, setiap titik memiliki koordinat tersendiri dimulai dari pojok kiri atas (0,0) berbeda sedikit dari pelajaran matematika di mana semua angka itu positif.
Pekerjaan komputer salah satunya 'berkomunikasi' dengan Anda (pengguna) untuk menampilkan titik-titik warna yang mungkin saja Anda anggap bunga, sedangkan di bagian dunia lain itu disebut flower.
Kumpulan titik-titik warna itu disebut resolusi warna, banyaknya warna biasa diukur dengan satuan bit.
Bit? BIT adalah Binary Digit.

Binary adalah sumber pembicaraan kita, binary adalah sistem bilangan yang terdiri dari hanya dua angka 0 dan 1, yang berarti salah atau benar, yang berarti juga mati atau hidup. Sistem bilangan inilah yang dijadikan acuan dalam perhitungan komputer.

Pernahkah Anda berpikir, kenapa angka 1,2,4,8,16,32,64,128,256 dst adalah angka yang sering muncul ketika Anda bekerja menggunakan kompter?

Memahami binary akan lebih mudah dengan merubahnya dulu ke dalam decimal. Decimal? Ya, itu adalah angka yang umum digunakan terdiri dari 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Dinamakan decimal karena terdiri dari sepuluh angka.

Katakan saja angka 458 decimal adalah 4x102 + 5x101 + 8x100
Perhatikan angka pangkat berdasarkan harga tempatnya dimulai dari 0 dari sebelah paling kanan. Sekarang ada angka 101 binary jika dirubah menjadi decimal adalah 5 dengan perhitungan sebagai berikut: 1x22 + 0x21 + 1x20

Mengapa pada decimal variabel yang dikalikan adalah 10 dan pada binary adalah 2? sudah jelas bahwa decimal terdiri dari 10 angka (0-9) dan binary cuma 2 (0-1).
Setelah Anda memahami perhitungan di atas, cobalah pahami sebuah pernyataan kartu grafis tertentu mendukung sampai 24 bit warna, apa lagi maksudnya?

24 bit terdiri dari 3 kali 8bit dapat ditulis seperti ini : 11111111.11111111.11111111 maksudnya adalah pada setiap kolom terdapat 00000000 sampai 11111111.

Jika Anda benar menghitungnya, konversi dari 11111111 binary adalah 255 decimal, berarti setiap kolom terdiri dari 256 atau 28 atau 8 bit, dan 24 bit berarti  28 .28 .28, atau 224 .

Semua perhitungan di atas adalah baru sedikit dari sistem perhitungan yang digunakan komputer, maksud saya adalah setiap data dikonversikan ke dalam binary sehingga sesuai dengan logika hidup/mati sebagaimana komputer adalah mesin yang tergantung pada tenaga listrik.

Komputer menggunakan perhitungan dari berbagai sitem bilangan, seperti binary, octal, decimal, dan hexadecimal.
Lihat tulisan saya lainnya mengenai keunikan empat sistem bilangan ini

Print Friendly and PDF

Monday, October 15, 2012

Rinjani


Tiga bulan sebelum lebaran saya lihat-lihat notifikasi Facebook, sesuatu yang jarang saya lakukan selama ini. Ada notifikasi teman yang baru ditandai dari sebuah gambar brosur fun hiking Rinjani menarik perhatian saya.
Saya baca informasi di dalam leaflet  tersebut, dan semuanya sangat menarik, ingin ikut karena masih terasa relatif murah Rp. 1.450 ribu, tapi ragu-ragu karena saya bukan anak muda lagi. Tapi dalam brosur dari produsen perlengkapan Outdoor CONSINA itu disebutkan program itu adalah sebuah fun hiking, yang saya pikir tidak dipaksa dengan target pendakian tertentu.
Selanjutnya saya googling tentang gunung Rinjani, apa dan bagaimana perjalanan ke sana, dan yang paling penting adalah jadwal perjalanan itu, karena memakan waktu selama 10 hari. Saya googling mengenai kalender akademik, karena saya harus tetap menjalankan kewajiban saya untuk mengajar. Dari cari-cari informasi mengenai libur lebaran saya putuskan bisa ikut, karena jadwal perjalanan dari hari ketiga lebaran 21 Agustus 2012.
Saya langsung daftar dan bayar tunai uang pendaftarannya, karena senang ternyata tidak ada syarat ini itu termasuk umur.
Selanjutnya di Technical Meeting pertama, di CONSINA Warung Buncit, saya sebenarnya merasa canggung, pasti di sana semua anak-anak gunung yang sudah banyak pengalaman naik. Dan memang benar adanya, suasana obrolan yang sangat santai, sebagian besar mereka sudah pernah ke gunung-gunung di Jawa. Di pertemuan ini memang cuma peserta yang mendaftar di Jakarta yang ikut, padahal peserta berasal dari berbagai wilayah. Tapi rasa canggung saya hilang karena memang ditekankan kembali, bahwa perjalanan ini adalah Fun Hiking, kami bisa saja menggunakan Porter atau tidak perlu memaksakan ke Puncak Rinjani bila kondisi tidak memungkinkan.
Dalam hati saya katakan, tidak apa-apa lah sekedar cari pengalaman dan pertemanan dari komunitas yang beda dari biasanya saya bergaul. Komunitas anak gunung sebenarnya bukan yang baru buat saya, karena saya sebenarnya senang sekali melakukan perjalanan seperti itu, terutama waktu kuliah saya sering mendengar cerita-cerita teman yang biasa naik gunung. Tapi apa daya situasi dan kondisi keuangan waktu itu tidak memungkinkan saya melakukannya.
Setelah TM 1 hari-hari saya habiskan untuk mencari informasi mengenai teknik pendakian dan peralatan-peralatan yang diperlukan, orang-orang menabung berbelanja lebaran, sedangkan saya menabung untuk Rinjani.
Saya beli backpack Carrier merk Deuter, gak tanggung-tanggung, sekali beli yang bermerk, saya beli sepatu trekking murah dari kulit bikinan Garut (Garsel) beli lewat OnLine yang membuat saya berkali-kali melakukan transaksi Online dan menginspirasi saya untuk ikutan jualan Online.
Yang paling heboh adalah saya beli makanan ransum tentara, sesuatu yang sulit didapatkan karena sebenarnya barang itu tidak boleh dijual. Saya lalu mencari sampai ke markas Marinir Cilandak. Saya masuk ke sana melewati gerbang dan sampai disuruh menuntun motor saya juga hmmm. Tapi saya akhirnya dapat, tapi terlalu banyak, karena saya beli langsung satu dus berisi 30 kaleng @400gr. Saya hanya butuh untuk tiga malam berkemah, maka saya hanya membawa 12 kaleng, pertimbangan saya karena saya tidak punya cooking set untuk berkemah, jadi saya hanya membawa yang praktis-praktis saja.
Kalau diperhatikan keputusan ini salah, karena saya berarti membawa 12 paket makan yang sudah matang berarti berisi air juga beserta wadahnya yang dari kaleng. Satu kaleng berisi makanan berat bersihnya 400gr, berarti untuk ransum saja saya sudah membawa +/- 5 Kg.

Hari yang dinanti tiba para peserta dari Jakarta berkumpul di Toko Consina Warung Buncit jam 7.00 WIB. Saya berangkat dengan sepeda motor diantar adik saya, dalam perjalanan Bintaro-Warung Buncit, kaki saya sudah kram karena berat beban dalam tas saya, walaupun sudah berulang kali saya melakukan bongkar dan packing.
Saya pikir peralatan saya yang paling berat jadi saya malu-malu waktu datang ke sana.
Maklum, karena pelajaran packing adalah pelajaran pertama bagi pencinta alam. Saya takut dibilang salah packing soalnya hehehe.
Datang di sana langsung menepi ke tempat yang tidak begitu ramai karena ternyata banyak peserta lain sudah tiba. Saya langsung melakukan packing ulang, karena saya juga bawa bodypack yang saya satukan dalam carrier saya. Kebetulan perjalanan juga menggunakan bis selama 3 hari 3 malam ke lombok, jadi tidak semua barang dimasukkan ke dalam carrier, dan carrier bisa ditaruh di bagasi bis.
Perjalanan ditunda sampai satu jam lebih karena menunggu teman dari Medan yang baru sampai di Jakarta, namanya Charles Sitohang, seorang pengusaha kantin di sebuah kampus di Medan.
Perjalanan dengan bis selama itu belum pernah saya lakukan, kecuali perjalanan ke Bali pada akhir tahun 2011, dan itu pun masih mampir-mampir untuk menginap di malang dan Jogja. Tapi perjalanan itu justru membuat banyak cerita dan keakraban tersendiri.
Suasana pemberhentian makan prasmanan

selalu keadaan ini ada di tempat pemberhentian

Perjalanan beberapa kali terhenti untuk istirahat dan buang air, tentu saja untuk makan di resto-resto yang sudah ditentukan panitia. Sampai di pelabuhan Ketapang sudah menjaleng tengah malam, dan kami melakukan penyebaerangan dengan angin yang berhembus sangat kencang. Beberapa teman kami bahkan tidak tahan dengan ayunan kapal akibat ombak yang menghantar kami ke Gilimanuk.
Sesampai di Gilimanuk suasana pelabuhan sangat sepi tidak seperti siang hari, dan sebagian besar dari kami juga tidak begitu peduli suasana di luar bis. Kami semua ingin cepat-cepat masuk bis dan melanjutkan tidur kami, dan tentu saja perjalanan ke Padang Bai. Perjalanan memotong Pulau Dewata ini kalau tidak salah selama 5 jam, dan kami sudah sampai di Pelabuhan Padang Bai pada saat menjelang Sun Rise.
Keadaaan  dan suasana Padang Bai belum pernah saya alami, di sana saya merasa senang dan antusias karena saya akan pergi menyeberang melebihi pulau Bali. Perasaan penasaran seperti apa pulau di seberang juga terhibur oleh keindahan pantai yang bersih di Padang Bai.
Padang Bai

Perjalanan dari Padang Bai ke Lembar memakan waktu hampir 5 jam dengan ombak pantai pagi hari yang tenang. Walaupun kami baru saja melewati tidur di dalam bis, tetap saja kami masih merasa kelelahan karena perjalanan sebelumnya. Karena itu setelah selesai melakukan foto-foto dan narsis sendiri, kami duduk mengobrol dan tertidur kembali.
Sirine kapal berbunyi dan perjalanan terasa tersengal-sengal karena kapal melakukan docking, kami pun bersiap-siap dan langusung ke buritan penasaran seperti apa pulau Lombok, terutama bagi yang pertama kali melihat pulau ini.

Dari jauh pulau itu terlihat gersang, namun puncak Rinjani bisa terlihat pada pagi itu. Kami pun sedikit jumawa dan menunjuk ke sana sambil berkata I'll be there.
Setelah melakukan docking yang memakan waktu lebih dari satu jam, kami pun melanjutkan perjalanan. Kami beristirahat di kota Mataram selama hampir 2 jam, walaupun diiformasikan hanya untuk satu jam. Pemberhentian tersebut untuk istirahat makan dan membeli perlengkapan yang mungkin belum disediakan, karena ini adalah pemberhentian terkahir untuk berbelanja.

Hampir Maghrib kami tiba di daerah Sembalun, tapi kami salah arah menuju Meeting Point untuk dijemput kendaraan bak terbuka yang akan membawa kami ke gerbang Sembalun, awal pendakian kami. Kalau tidak salah kami terlalu jauh hingga setengah jam, dan menjadi satu jam dengan perjalanan kembali ke track yang benar.
Sesampai di meeting Point jam menunjukkan angka 7 WIB berarti jam 8 WITA, dan kami masih harus melakukan packing ulang untuk menyortir barang yang bisa ditinggalkan dalam bis. Untuk saya lebih malang lagi, karena saya harus di regroup dengan teman yang lain, karena berdasarkan program panitia yang membagikan tenda, tenda untuk tiga orang dan ada tiga group termasuk saya yang masih terdiri dari 2 orang.
Semua persiapan yang saya lakukan dengan teman saya sebelumnya mentah, dan saya melakukan packing terburu-buru, karena saya harus bergabung dengan tim lain. Setelah memakan waktu hampir 1 jam kami selesai packing dan bertumpuk di bak terbuka.
Tidak terpikirkan sebelumnya oleh saya perjalanan dengan kol bak terbuka ini membuat kondisi saya langsung drop, karena udara dingin waktu itu langsung menerpa badan saya yang belum memakai pakaian yang cukup, untuk mengambil lagi pakaian saya dalam carrier sangat tidak mungkin, akhirnya saya mengalami flu yang cukup mengganggu pernafasan saya. Mungkin itu juga akibat dari perjalanan dalam bis berAC yang sangat lama.
Sesampai di gerbang Sembalun kami sudah disambut oleh guide dan Ranger yang disediakan oleh panitia. Kami mulai dibagikan label pendaki dan dikelompokkan, semuanya dilakukan dalam keadaan gelap dan sangat dingin bagi saya. Saya melakukan packing ulang dan cepat-cepat masuk ke group, saya masuk ke kelompok pertama dan diminta segera melakukan perjalanan.
Bonus cuma di awal, sisanya adalah perjalanan menanjak walaupun tidak curam. Di sekitar perjalanan adalah rumput Sabana yang membentang entah ke mana, karena jarang pandang saya hanya sejauh head lamp saya terarah.

Pendakian sebagai start ini begitu mengagetkan, karena kami baru saja menempuh perjalanan yang panjang dengan kaki yang selalu tertekuk, dan sekarang kami harus mendaki dengan ditemani debu kemarau yang datang ke wajah menggetkan karena tidak begitu jelas terlihat pada malam hari.
Target adalah Pos satu Sembalun untuk para pendaki melakukan perkemahan dan beristirahat sebagai persiapan perjalanan selanjutnya. Ternyata di sana sudah ada kelompok Consina yang sudah sampai terlebih dahulu yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat.

 Tiba di Pos Satu kami langsung bongkas muat dan memasak untuk mengisi perut kami yang keroncongan akibat kelelahan pendakian awal ini.

Jam 5 WIB saya terbangun padahal saya merasa baru saja tidur, tapi mata tidak bisa lagi diajak terpejam, berarti sudah jam 6 waktu itu di sana. Suasana pagi hari di Pos satu sangat indah, saya langsung mencari kamera dan mengambil beberapa gambar. Tapi sayang gambar dari kamera yang saya bawa tidak jernih, karena ternyata ada masalah dengan kamera tersebut.
selanjutnya menuju Pos 2 Pelawangan, nanti deh cape




Print Friendly and PDF

Thursday, April 14, 2011

Persidangan

Beberapa tahun yang lalu saya diminta mengisi materi mengenai teknik persidangan oleh sebuah organisasi ekstra kurikuler di sekolah saya. Tanpa banyak alasan saya langsung menyanggupi untuk membawakan materi tersebut, karena saya juga memperhatikan rapat-rapat yang diadakan yang seharusnya dalam bentuk peridangan tidak dilakukan dengan semestinya.
Setelah itu saya lalu berpikir bagaimana caranya saya membuat naskah untuk pelatihan itu, padahal materi itu sudah lama saya selipkan di antara banyak kertas masa saya melakukan Latihan Dasar Kepemimpinan di kampus dulu. Materi itu pun rencananya hanya akan saya salin dan sampaikan. Saya masih mengingat dengan baik materi teknik persidangan zaman saya di kampus dulu, dan saya juga beberapa kali jadi pemimpin sidang dalam rapat-rapat senat. Akan tetapi ada hal yang mengganjal dalam pikiran saya, pada mana teknik persidangan itu mengacu.
kebetulan, di sekolah saya akan ada RAKER yang serius yang akan menggunakan bentuk persidangan, dan saya melihat banyak teman-teman yang belum terbiasa dalam suasana persidangan. Karena itu saya akan menuliskannya dalam blog ini.
Persidangan biasanya dilakukan untuk mengambil keputusan-keputusan dari sharing pendapat di antara para peserta sidang. Persidangan itu sendiri adalah bukan hal yang baru bagi negri ini, karena secara budaya terbukti bahwa pengambilan-pengambilan keputusan selalu didasari musyawarah untuk mufakat, oleh karena itu Mr. Soekarno dengan percaya diri memasukkan sila keempat Pancasila seperti sekarang ini. Pancasila adalah dasar negara yang berisi nilai-nilai yang digali dari nilai dan budaya bangsa.
Kita sudah terbiasa bermusyawarh, dan itu sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara kita, tetapi apakah kita jadi terbiasa dengan pengambilan keputusan secara musayawarah dengan tertib dan teratur?
Untuk melakukan musyawarah mencapai mufakat secara teratur dan tertib dibutuhkan persidangan dan persidangan memiliki tata caranya sendiri.
Tidak perlu menjadi sarjana hukum untuk mengerti dan terlibat pada persidangan, karena semua orang bisa mempelajari tata cara persidangan. Pada institusi pengadilan setiap ranah memiliki tata cara persidangannya masing-masing, seperti tata cara persidangan perdata, pidana, dll. Tapi persidangan juga dilakukan oleh institusi-institusi di luar institusi pengadilan, seperti organisasi kepemudaan, mahasiswa, organisasi pengusaha elektronik, koperasi, ataupun organisasi profesional yang lain.
Persidangan memerlukan perangkat persidangan  sekurang-kurangnya sebagai berikut:
  1. Tempat sidang
  2. Peserta sidang
  3. Pimpinan sidang
  4. Tata-tertib sidang
  5. Agenda sidang
  6. Palu sidang
1. Tempat Sidang
Tempat sidang adalah tempat peserta sidang melakukan persidangan yang berlokasi di tempat yang strategis, mudah dicapai dan tidak merugikan salah satu kelompok. Peserta sidang memerlukan kenyamanan dan ketersediaan perangkat yang memudahkan persidangan berjalan lancar. Karena itu di tempat sidang harus tersedia kursi dan meja yang cukup, alat foto copy, jaringan telepon, jaringan internet, tempat istirahat dan makan, dll.

2.Peserta Sidang
Tidak ada persidangan tanpa peserta sidang, dan tidak semua orang yang hadir di tempat persidangan adalah peserta sidang, maka perlu ditentukan peserta sidang sebenarnya. Peserta sidang diundang secara resmi oleh panitia sebuah acara persidangan dan biasanya dibuktikan dengan kartu peserta.

3. Pimpinan Sidang
Pimpinan sidang atau juga biasa disebut presidium sidang adalah beberapa orang yang ditunjuk menjadi pimpinan sidang. Pimpinan sidang ditunjuk secara musyawarah dan mufakat oleh peserta sidang. Pimpinan sidang ini terdiri dari beberapa orang yang biasanya berjumlah ganjil, karena ada kemungkinan terjadi silang pendapat di antara pimpinan sidang namun bisa segera diambil keputusan di antara mereka sendiri.
Keberadaan pemimpin sidang sebelum adanya tata tertib sidang, atau tata tertib sidang belum disahkan adalah secara informal, sedangkan pada masa setelah tata tertib disahkan, maka perlu disahkan juga pemimpin sidang yang ditunjuk.

4. Tata Tertib Sidang
Tata tertib sidang adalah perangkat penting yang harus ada pada persidangan, jika persidangan diharapkan berjalan lancar dan teratur, tanpa tata tertib sidang seluruh acara persidangan bisa menjadi sia-sia.
Tata tertib sidang biasanya terdiri dari:
  1. Ketentuan Umum mengenai apa itu rapat x... yang sedang dilaksanakan
  2. Tempat dan Waktu
  3. Kewenangan rapat/sidang , hal ini biasanya sudah ada pada AD/ART  setiap organisasi, kecuali ada item lainnya.
  4. Peserta sidang/rapat harus ditentukan, karena berhubungan dengan pengambilan keputusan
  5. Hak dan kewajiban peserta rapat/sidang
  6. Bentuk rapat, apakah persidangan pleno/paripurna, komisi, tertutup atau terbuka
  7. Pengambilan keputusan
  8. Quorum
  9. Pimpinan sidang
  10. Tata cara / lalu lintas bicara
  11. Lain-lain
  12. Ketentuan Penutup
Seluruh item tersebut di atas dituangkan dalam pasal-pasal yang berurutan sesuai kebutuhan persidangan.


5. Agenda Sidang
Agenda Sidang adalah urat nadi sebuah persidangan, di sini akan terjadi banyak sekali tukar pendapat dan tarik menarik kepentingan. Pada setiap persidangan akan terjadi tawar menawar, apakah sebuah atau beberapa item harus dan/atau tidak perlu dibahas. keputusan mengenai agenda sidang ini akan menentukan hasil sidang yang dimaksud.
Berdasarkan pentingnya pembahasan agenda sidang ini, maka perlu ditetapkan tata tertib sidang dan pimpinan sidang terlebih dahulu.
Agenda sidang biasanya secara berurutan sebagai berikut:
  1. Pembukaan
  2. Pembahasan dan penetapan Tata tertib sidang
  3. Pembahasan dan penetapan Pemimpin Sidang
  4. Pembahasan dan penetapan  Agenda Sidang
  5. Pembahasan dan penetapan....
  6. Pembahasan dan penetapan  ...
  7. Penutupan
Beberapa item sebelum pembahasan agenda sidang hanyalah dilakukan ketuk palu, atau dimaklumkan telah disetujui, karena sudah melewati agenda sidang itu sendiri. Beberapa persidangan memasukkan waktu dalam jam dan menit pada agenda sidang agar sidang tidak berlanjut bertele-tele tanpa menghasilkan sesuatu yang berarti.

6. Palu Sidang
Pada tata cara atau lalu lintas bicara dalam persidangan, pemimpin sidang menggunakan palu sidang. Ketukan palu dibutuhkan untuk mengisyaratkan beberapa hal sebagai berikut:
  1. ketukan 1x digunakan untuk membuka sidang, mengukuhkan keputusan-keputusan.
  2. ketukan 2x digunakan untuk melakukan skorsing sidang, mencabut skorsing, dan peralihan pimpinan sidang
  3. ketukan 3x digunakan untuk menutup sidang, kadang digunakan untuk membuka sidang.
  4. ketukan berkali-kali digunakan untuk meminta peserta sidang tenang dan menghargai persidangan.
Hal mengenai arti ketukan palu sidang adalah bersiafat konvensional tanpa ada dasar hukum yang baku, bisa saja sebuah organisasi menggunakan isyarat ketukan palu yang lainnya. Hal ini juga terjadi pada sidang MK, dan coba baca kutipan berikut yang diambil dari : http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol20021/satu-kali-ketukan-palu-dari-mahfud-md

Jimly yang berada di sebelah Mahfud sempat tersentak. Jimly mengisyaratkan kepada Mahfud agar mengetuk dua kali lagi. Mahfud juga tersentak. Ia berancang-ancang untuk memukul palu kembali. Sayangnya, lagu �Indonesia Raya' sudah keburu berkumandang. Jimly akhirnya memberi isyarat, Mahfud tak perlu lagi memukul. Sudah...sudah, ungkapan itu yang terlihat dari bahasa mulut Jimly.


 Bagaimana kalau tidak ada palu sidang? Palu sidang bisa diganti dengan alat apapun untuk mengtuk meja sebagai isyarat, asal jangan lebay menggunakan kunci inggris, misalnya.

Selain hal-hal yang sudah dibahas di atas, masih ada yang perlu di perhatikan, yaitu interupsi. Interupsi pada persidangan digunakan untuk memotong pembicaraan, karena pembicara menganggap hal yang akan disampaikan sangat penting untuk disampaikan.
Tapi bagaimana jika terjadi banyak interupsi? Interupsi terdiri dari beberapa macam, dan bisa diterapkan prioritas terhadap beberpa interupsi. Urutan prioritas interupsi adalah sebagai beikut:
  1. Interruption points of order, Bentuk interupsi yang dilakukan untuk meminta penjelasan atau memberikan masukan yang berkaitan dengan jalannya persidangan. Contoh: saat pembicaraan sudah melebar dari pokok masalah maka seseorang berhak mengajukan interuption of order agar persidangan dikembalikan lagi pada pokok masalahnya sehingga tidak melebar dan semakin bias.
  2. Interruption points of  information, Bentuk interupsi berupa informasi yang perlu diperhatikan oleh seluruh peserta sidang termasuk pimpinan sidang. Informasi bisa internal (misal: informasi atau data tentang topik yang dibahas) ataupun eksternal (missal: situasi kondisi di luar ruang sidang yang mungkin dapat berpengaruh terhadap jalannya persidangan).
  3. Interruption points of clarification, Bentuk interupsi dalam rangka meminta klarifikasi tentang pernyataan peserta sidang lainnya agar tidak terjadi penangkapan bias ketika seseorang memberikan tanggapan atau sebuah penegasan terhadap suatu pernyataan.
  4. Interruption points of explanation, Bentuk interupsi untuk menjelaskan suatu pernyataan yang kita sampaikan agar tidak ditangkap keliru oleh peserta lain atau suatu pelurusan terhadap pernyataan kita.
  5. Interruption points of  personal privilege , Bentuk interupsi yang disampaikan bila pernyataan yang disampaikan oleh peserta lain sudah di luar pokok masalah dan cenderung menyerang secara pribadi.
Demikianlah artikel mengenai persidangan ini saya tulis, mohon komentarnya di bawah. Semoga artikel ini bisa mencerahkan dan menambah kasanah pengetahuan kita.

Links:
  1. Interruption of speaker
  2. Teknik Persidangan
  3. hukumonline.com
Print Friendly and PDF

Thursday, April 07, 2011

Format Huruf


Ada banyak pemformatan huruf pada MS Word yang biasa dilakukan untuk memperindah tampilan dokumen, menekankan suatu kata atau kalimat, atau untuk keperluan lainnya.

Bold (tebal)
Bold adalah perintah untuk menebalkan huruf atau karakter pada dokumen. Menebalkan huruf biasanya dilakukan untuk menekankan kata atau kalimat agar lebih diperhatikan, biasanya berada pada judul, sub judul atau anggota suatu paragraph.
Untuk melakukan penebalan huruf pengguna dapat menggunakan dua cara, yaitu melalui ikon dan menggunakan cara cepat papan ketik. Ikon bold mudah ditemukan, yaitu ikon yang bergambar huruf B besar dan tebal. Ikon ini bersifat switch, yaitu perintah bolak-balik.
Bila huruf atau teks yang dipilih dalam keadaan belum ditebalkan, maka status ikon akan terlihat biasa saja bold.jpg, dan sebaliknya bila huruf atau teks dalam keadaan tebal, maka ikon akan menjadi unbold unbold.jpg.
Cara lainnya yaitu menggunakan cara cepat papan ketik Ctrl+B. Perintah ini juga dilakukan untuk melakukan unbold, apabila huruf atau teks terpilih dalam keadaan sudah tebal.

Italic(Miring)
Italic adalah pemformatan untuk memiringkan huruf atau teks, kadang juga disebut emphasis. Sama seperti bold, format ini digunakan untuk menekankan sesuatu atau untuk membuat huruf atau teks tersebut dianggap khusus. Pada bahasa Indonesia, kata-kata asing bisa diketik di antara tanda kutip ganda, tapi tidak jarang diketik dengan huruf miring.
Cara memiringkan huruf atau teks adalah dengan mengklik ikon bergambar huruf kapital I miring italic.jpg. Dan apabila huruf atau teks sudah dalam keadaan miring, maka ikon akan berubah menjadi unitalic unitalic.jpg.
Underline(Garis Bawah)
Pemformatan selanjutnya adalah menggarisbawah huruf atau teks. Sama seperti dua pemformatan terdahulu yang digunakan untuk menuliskan kata-kata asing atau hal-hal yang penulis ingin lebih diperhatikan.
Underline dapat dilakukan dengan menggunakan ikon yang bergambar underline.jpghuruf kapital U. Apabila huruf atau teks sudah dalam keadaan digarisbawah, maka ikon akan berubah menjadi ununderline.jpg.

underline_opt.jpgPada ikon underline ini terdapat segitiga di sebelah kanannya untuk memunculkan drop down menu bentuk garis bawah yang disediakan. Klik pada segitiga itu, maka akan muncul drop down.
Kunci cepat perintah underline adalah kombinasi Ctrl dan U, begitu juga untuk menghilangkan garis bawah yang sudah ada. Bila dalam beberapa kata akan diberikan garis bawah, dan tidak termasuk spasi, maka gunakan kunci cepat Ctrl+Shift+W.


font.jpg

Strikethrough
Pemformatan ini digunakan untuk membuat garis horisontal di tengah-tengah huruf atau teks. Untuk melakukan perintah ini bisa dengan cara mengklik ikonnya yang terdapat pada bagian Font di Ribbon Home (lihat gambar ‘font’). Bila garis yang diinginkan adalah gari ganda, maka tentukan pada pilihan yang disediakan pada kotak dialog yang muncul dari klik Launcher ‘FN’

Subscript
Pemformatan ini digunakan untuk memperkecil ukuran huruf dan memposisikannya lebih rendah dari huruf normal. Pada rumus-rumus kimia terdapat prosedur untuk menuliskan angka-angka secara Subscript. Subscript dapat dilakukan dengan mengklik ikon pada bagian font (lihat gambar font ‘5’).
Selain menggunakan ikon, perintah ini memiliki kunci cepat dengan kombinasi Ctrl + =, contoh H2O.

Superscript
Pemformatan lawan dari Subscript adalah Superscript, yaitu menempatkan huruf lebih tinggi dan merubah ukurannya menjadi lebih kecil. Pemformatan ini digunakan dalam perlambangan matematika dan penanda catatan kaki. Superscript dapat dilakukan dengan mengklik ikon pada bagian font (lihat gambar font ‘6’). Kunci cepat perintah ini adalah Ctrl(+Shift) + +.

Case (Kasus)
 Merubah huruf kecil menjadi kapital, atau sebaliknya, pada awal kata, kalimat, atau pada seluruh huruf dinamakan Kasus huruf. Pemformatan yang disediakan oleh aplikasi pengolah kata adalah untuk kenyamanan penggunaan, karena lebih cepat dan efektif.
Ada 5 macam kasus huruf:
1.       Sentence Case
2.       lowercase
3.       UPPSERCASE
4.       Capitalize Each Words
5.       Toggle case
Sentence Case adalah perintah untuk merubah huruf pertama kalimat menjadi huruf kapital
Lowercase adalah perintah untuk merubah semua huruf dalam teks menjadi huruf kecil
UPPERCASE adalah perintah untuk merubah semua huruf menjadi kapital
Capitalize Each Words adalah merubah huruf depan semua kata dari teks menjadi huruf kapital.
Toggle case adalah merubah setiap huruf kecil menjadi kapital pada teks, dan juga sebaliknya.

Warna sorot
Teks dapat ditandai seperti menggunakan spidol penanda teks dalam buku dengan perintah highlight color. Highlight color ini adalah untuk menandai teks hanya latar belakangnya saja, tapi bukan warna teksnya(lihat gambar font).


Ukuran huruf
Ukuran huruf dapat dirubah sesuai keinginan dan keperluan pada dokumen Word. Untuk merubah ukuran huruf disediakan 3 ikon pada bagian font di Ribbon Home.
1.       Font Size, ikon ini digunakan untuk merubah ukuran huruf sesuai ukuran yang diinginkan. Segitiga dropdown menu akan menampilkan ukuran-ukuran huruf yang biasa digunakan, selain itu dapat juga diketik langsung ukuran huruf yang diinginkan.
2.       Grow Font, ikon ini digunakan untuk memperbesar ukuran huruf sesuai daftar ukuran huruf yang disediakan MS. Word.
Kunci cepat perintah ini adalah: Ctrl+Shift+>, untuk menambah ukuran satu point Ctrl+].
3.       Shrink Font, adalah ikon yang digunakan untuk memperkecil ukuran huruf sesuai urutan daftar ukuran huruf yang disediakan MS. Word.
Kunci cepat perintah ini adalah: Ctrl+Shift+<, untuk mngurangi ukuran satu point Ctrl+[.

Font
Adalah ikon drop down menu yang menyediakan berbagai jenis huruf sesuai yang telah diinstalkan pada sistem operasi komputer dan sesuai dengan yang didukung oleh MS. Word. Selama obyek tersebut adalah karakter dari jenis huruf, maka akan bisa dirubah ke jenis huruf yang lainnya.

Print Friendly and PDF

Format paragraph


Definisi paragraph pada aplikasi Ms. Word tidaklah sama dengan definisi paragraph pada linguistic, walaupun pemformatan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan pemformatan paragraph. Pada aplikasi ini, setiap pemisahan bagian dari dokumen yang menggunakan ENTER, maka dianggap satu paragraph, terlepas apakah memenuhi satu pokok pikiran atau tidak.
Jadi pemformatan paragraph ini akan berlaku pada bagian di mana setiap bagian itu dipisahkan oleh sekali ENTER.
paragraf.jpg
Bullets
Pemformatan paragraph menggunakan bullets adalah untuk mengatur paragraph menjadi daftar tidak berurutan, karena format daftar ini tidak berdasarkan prioritas, yang mana lebih utama dari yang lainnya. Jadi pemformatan ini digunakan jika daftar yang dibuat tidak memerlukan penting atau tidaknya item-item disebutkan terlebih dahulu dari item yang lainnya.
Penggunaan kata bullets(peluru) ini juga berdasarkan bentuknya yang seperti peluru ketika aplikasi Word ini masih pada versi awal. Sekarang gambar bullets terdiri dari banyak pilihan.
Cara member pemformatan bullets adalah dengan mengklik ikon bullets, atau perhatikan ikon yang ditunjukkan huruf U, dalam hal ini adalah kependekan dari  ‘Unordered List’. Perhatikan gambar segitiga kecil di sebelah kanannya. Ikon itu adalah drop down menu untuk menampilkan pilihan gambar bullets, selain gambar bullets yang standar.
Numbering
Penomoran daftar item yang memerlukan urutan adalah numbering, yaitu setiap item yang disebutkan mensyaratkan urutan dari yang terkecil ke nilai yang lebih besar. Urutan bias berupa angka atau huruf. Sebagaimana urutan ini diatur berdasarkan nilai dari yang terkecil, awal urutan tidak harus dimulai dari 1, a, atau i.
Untuk melakukan pemformatan ini sangat mudah. Perhatikan gambar, gunakan ikon numbering yang ditandai dengan huruf N. ikon ini juga memiliki ikon drop down yang berarti masih terdapat pilihan-pilihan mengenai numbering.
Cara lain adalah dengan mengetikkan a, A, 1, i, atau I sebagai nomor dari item, kemudian titik, dan selanjutnya mengetikkan item pertama. Secara default word akan menganggap paragraph tersebut sebagai item penomoran.
Penggunaan daftar urutan tentu saja terdiri dari tingkatan-tingkatan sebagaimana juga bias terjadi pada bullets. Tingkatan yang dimaksud adalah, bahwa tiap item mungkin saja memiliki daftar beurut ataupun tidak berurut, begitu seterusnya pada setiap item di bawahnya.
Pada drop down menu numbering terdapat pilihan untuk menempatkan level numbering, karena mungkin saja numbering yang diformatkan oleh MS. Word secara default tidak sesuai dengan level yang dimaksudkan.
Multilevel List
Jenis pemformatan paragraph yang lain adalah Multilevel List. Pemformatan ini digunakan untuk melakukan penomoran item secara otomatis berikut dengan format penomoran tingkat di bawahnya.  Ada banyak pilihan dari menu pemformatan ini, dan masih dimungkinkan untuk merubah format penomoran sesuai yang diinginkan.
Contoh di bawah ini adalah penomoran item yang sudah memiliki level.
1.       Pasar tradisional
a.       Buah
                                                               i.      Pisang
                                                             ii.      Jeruk
                                                            iii.      Mangga
                                                           iv.       
b.      Sayur mayor
c.       Pakaian
d.      Lauk pauk
2.       Pasar modern

*Bullets, Numbering, dan Multilevel List adalah system penomoran item. Untuk menurnkan level dapat digunakan TAB, sebaliknya untuk menaikkan level Shift+TAB.
Indentasi
Indentasi adalah format paragraph untuk membuat kedalaman awal paragraph terhadap sisi dokumen sebelah kiri selama masih dalam batas-batas margin. Indentasi ini sering digunakan untuk menandai paragraph. Pada MS. Word disediakan ikon untuk menambah maupun mengurangi indentasi yang satuannya sesuai dengan setting dokumen.
Untuk menambah indentasi digunakan ikon increase indent, pada gambar ditandai oleh huruf  AI, atau menggunakan key TAB. Sebaliknya untuk mengurangi indentasi digunakan ikon decrease indent AO, atau shortcut Shift + TAB.
Indentasi dapat diatur sesuai dengan keinginan dengan cara mengaturnya lebih lanjut menggunakan pilihan-pilihan paragraf dengan mengklik launcher, pada gambar ditunjukkan PG. cara lainnya adalah dengan mengatur handle indentasi kiri maupun kanan pada penggaris horisontal. Bila penggaris horisontal tidak tampak, dapat ditampilkan dengan View > Ruler.
Sort
Sort adalah pengaturan paragraf-paragraf menjadi berurut berdasarkan huruf awal paragraf dari a-z atau dari A-Z.  Sort ditandai dengan ikon yang berbentuk AZ dengan tanda panah menurun.

Penanda paragraf atau karakter tersembunyi.
Paragraf pada MS. Word dibatasi dengan sekali ENTER, tapi tanda sebuah paragraf secara default tidak ditampilkan, begitu juga page break. Untuk membantu mengenalinya, maka disediakan ikon yang pada gambar ditunjukkan dengan angka 8.
Alignment
Alignment adalah perataan sisi paragraph sebelah kiri maupun sebelah kanan terhadap sisi-sisi kedalaman(indentasi).  Terdapat empat perataan paragraph, yaitu:
1.       Perataan kiri (Left Align)
Setiap sisi paragraf diposisikan rata pada bagian kiri, sesuai dengan indentasi paragraf tersebut. Shortcut perintah ini adalah Ctrl + L.
2.       Perataan kanan (Right Align)
Perataan kanan adalah meratakan seluruh sisi kanan paragraf ke sebelah kanan indentasi kanan paragraf tersebut. Untuk melakukan menggunakan keyboard, dapat dilakukan dengan kombinasi Ctrl +R.
3.       Perataan tengah(center)
Paragraf ditempatkan tepat ditengah-tengah diukur dari sisi terkiri indentasi kiri sampai sisi terkanan indentasi kanan, kunci cepatnya adalah Ctrl + E.
4.       Perataan kanan-kiri(justify)
Sisi kiri diratakan pada indentasi kiri paragraf, dan sisi kanan paragraf diratakan pada sisi kanan indentasi kanan. Pendistribusian kata-kata atau karakter dalam paragraf ini menyebabkan perbedaan ukuran spasi di antara kata-kata atau karakter. Penggunaan perintah Ctrl + J, dapat digunakan sebagai alternatif.









Print Friendly and PDF

Tabel


Dalam pekerjaan sehari-hari ketika membuat dokumen, penggunaan tabel adalah satu dari sekian banyak cara memanfaatkan obyek yang disediakan Microsoft Office. Data yang tersusun dalam dokumen akan semakin rapih dan mudah dimengerti ketika di baca. Tabel juga adalah alternative lain yang digunakan untuk memaparkan data secara terpisah-pisah dalam kolom dan baris.


1.       Menyisipkan tabel
3.       Menambah baris
4.       Menyisipkan baris
5.       Menghapus cel
6.       alignment
7.       Ukuran cel
8.       Data
Tabel memang terdiri dari kolom dan baris. Kolom dihitung dari kiri ke kanan biasa diurutkan dengan huruf, mulai A, B, C, dan seterusnya. Sedangkan baris adalah obyek tabel yang tersusun melintang dari atas ke bawah diurutkan dengan angka 1,2,3,4, dan seterusnya.

Banyaknya kolom dan baris dapat ditentukan sendiri sesuai keperluan, yang pasti isi dari setiap sel akan dibatasi, di kolom dan di baris mana cel itu berada. Menyisipkan tabel pada MS Word maupun MS Powerpoint dapat dilakukan dengan cara yang sama, yaitu melalui Ribbon Insert.
Lakukan langkah di bawah ini:
1.       Pilih Ribbon Insert.
2.       Klik menu table
Insert table pada MS. Word
Insert Table pada MS. Powerpoint

3.       Dari menu table ini ada beberapa pilihan pada pull down menu yang muncul.
Lakukan drag and drop pada menu tersebut, dan pada status bar akan tertulis kolom x baris yang sedang dipilih. Selain itu pada lembar kerja ditampilkan pra pandang tabel bila jumlah  kolom dan baris tabel tersebut  jadi dipilih.
4.       Bila konfiguarasi tabel dengan jumlah kolom dan baris sudah sesuai, maka klik kembali untuk menutup pull down menu table, dan tabel pun sudah ada di dokumen pada posisi di mana pointer berada.
5.       Cara lainnya, yaitu:
a.       Pada pull down menu table, klik insert table. Perintah ini akan memunculkan dialog mengenai jumlah kolom dan baris yang dibutuhkan dalam tabel. Mengenai fit behavior akan dibahas selanjutnya. Klik OK
b.      Pada pull down menu table, klik draw table. Perintah ini akan merubah pointer mouse menjadi mata pensil yang digunakan untuk menggambar sebuah cel. Membuat tabel dengan perintah ini mengakibatkan tabel dapat berada pada posisi yang ditentukan secara bebas.
c.       Memasukkan tabel dari obyek MS. Excel. Cara ini adalah menyisipkan obyek berupa tabel yang pengolahannya sesuai dengan mengelola tabel pada MS. Excel. Cara menggunakan tabel ini pada MS. Word adalah dengan mengklik ganda, sedangkan bila sudah selesai, klik di luar area obyek tabel MS. Excel tersebut.
Tabel yang dibuat menggunakan perintah di atas akan sesuai dengan layout yang ditentukan mengenai jumlah kolom dan tabelnya. Tabel secara default akan memenuhi lebar dokumen, dan lebar kolom akan disesuaikan dengan lebar dokumen dan jumlah kolom, sedangkan tinggi baris disesuaikan dengan ukuran huruf pada dokumen.
Pengelolaan tabel lebih lanjut seperti menambah, membuang baris atau kolom dan lain sebagainya akan di bahas satu demi satu pada uraian berikut ini.
Latihan: Sisipkan sebuah tabel yang terdiri dari 5 kolom dan 7 baris pada dokumen MS. Word

Sebelum mengolah tabel, harus dipahami bagaimana cara memilih obyek-obyek pada tabel. Bila tabel sedang digunakan(aktif), yaitu bila pointer Beam sedang ada di sebuah cel, maka ada beberapa tanda yang dapat diperhatikan sebagai bantuan bahwa tabel sedang digunakan.
1.       Ada
 pada pojok kiri atas dan  ada
 pada pojok kanan bawah.
2.       Di atas menu standar ada Ribbon table tools, dan pada menu standar terdapat dua Ribbon tambahan yaitu: Design dan Layout.
Memilih obyek pada tabel bias dengan beberapa cara, di antaranya yaitu:
1.       Menggunakan pointer mouse
Untuk memilih
Lakukan
Sebuah cel
Klik pada sisi kiri(border) cel trsebut. .
Sebuah baris
Klik pada sebelah kiri baris tersebut.
Sebuah kolom
Klik pada border atau garis bantu bagian atas kolom tersebut.
Seluruh tabel
Klik pada move handle

2.       Menggunakan menu seleksi pada Ribbon Layout.
Pilih sub menu pada pull down menu yang disediakan. Perlu diingat menu ini tidak aka nada bila tabel tidak aktif. Akibat dari perintah yang ada pada menu itu adalah juga tergantung di mana pointer beam berapa.
3.       Selain dua cara di atas, bias digunakan kombinasi Shift/klik  + panah


Tabel yang sudah dibuat belum mencukupi untuk menampung data yang akan di isikan. Menambah baris dapat dilakukan untuk permasalahan ini. Menambah baris adalah menambahkan baris setelah baris terakhir pada sebuah tabel.
Cara paling mudah menambah baris adalah dengan menggunakan TAB, kunci keyboard yang biasa digunakan untuk berpindah cel. Tekan TAB beberapa kali sampai kolom terakhir, setelah pointer mencapai cel terakhir, maka pointer beam akan berpindah ke baris baru yang otomatis membuat sebuah baris dengan kolom yang sama dengan kolom di atasnya.



Bekerja menginputkan data menggunakan tabel sangat membantu, apalagi data yang berurut. Namun kadang kala data yang diinputkan ada yang terlewat. Artinya data tersebut tidak bias diinputkan di akhir baris. Hal ini tentu saja membuat penginput frustrasi, terutama bila dia tidak mengerti cara menyisipkan baris.
Menyisipkan baris adalah menambahkan baris di antara dua baris. Ada beberapa cara untuk menyisipkan baris, yaitu:
1.       Menggunakan mouse
a.       Letakkan pointer pada sel di atas baris yang akan disisipkan. Dalam hal ini berarti akan disisipkan baris di bawah pointer berada. Klik kanan untuk memunculkan pop up menu, pilih menu Insert, klik Insert Rows Below. Ingat bahwa baris yang akan disisipkan adalah berada di bawah cel yang dipilih.
Lakukan hal sebaliknya bila baris yang akan disisipkan ada berada di atas cel yang dipilih.

b.      Cara kedua adalah menggunakan Ribbon Layout, dan pilih menu seperti cara di atas
2.       Dengan menggunakan keyboard. Letakkan pointer di cel kolom terakhir pada baris yang bawahnya akan disisipkan baris. Pindahkan pointer beam ke sisi kanan baris di luar tabel menggunakan panah kanan. Selanjutnya tekan ENTER.
*bila cel yang dipilih terdiri dari beberapa baris, maka cara nomor satu akan menambah baris sesuai jumlah baris yang dipilih.




Cel yang tidak diperlukan dapat dihapus menggunakan beberapa cara, yaitu:
1.       Klik kanan pada cel yang akan dihapus
2.       Pilih delete cells
3.       Akan muncul dialog tambahan delete cells
Shift cells left: mendorong cel yang lain untuk dirapatkan ke kiri
Shift cells up: mendorong cel yang lain untuk dirapatkan ke atas
Delete entire row: menghapus seluruh baris pada cel yang dipilih
Delete entire column: menghapus seluruh kolom pada cel yang dipilih
*apabila yang dipilih adalah baris, maka klik kanan dan pilih delete row, begitu pula apa bila yang dipilih adalah kolom, maka klik kanan delete column.
Bila beberapa baris yang dipilih, maka pilihan delete dari klik kanan adalah delete rows. Hal itu berlaku juga pada kolom dengan menu delete columns




Alignment tabel adalah penempatan teks pada cel dalam sebuah tabel. Apabila isi dari sebuah cel adalah obyek grafis, maka pengaturan alignment akan juga berpengaruh pada obyek tersebut selama obyek tersebut diperlakukan sebagai teks.
Penempatan teks pada sebuah cel terdiri dari Sembilan macam posisi, yaitu:

Top left
Top center
Top right
Center left
Center
Center right
Bottom left
Bottom center
Bottom right

Untuk melakukan penempatan teks pada cel, lakukan langkah di bawah ini:
1.       Pilih cel, baris, kolom, atau seluruh tabel, kemudian
a.       Pada Ribbon layout pilih alignment yang diinginkan
, atau
b.      Klik kanan dan pilih Cell Alignment yang diinginkan


Pengaturan ukuran kolom dan baris pada sebuah tabel sangat penting pada hasil cetak pada dokumen yang berisi tabel. Ukuran lebar kolom dapat diatur secara otomatis, sehingga juga mempengaruhi ukuran kolom lain pada tabel tersebut.


Ada tiga macam pengaturan lebar kolom secara otomatis, yaitu:
1.       AutoFit Contents
Pengaturan ini akan membuat lebar kolom menyesuaikan dengan isi cel. Hal ini cocok bila yang diinginkan adalah setiap kolom memiliki lebar paragraph terpanjang dalam cel yang ada pada setiap kolomnya. Apabila cel-cel dalam tabel memiliki paragraph yang panjang, maka lebar tabel akan melebihi lebar area yang dapat dicetak(printable area)
2.       AutoFit Window
Pengaturan ini akan membuat lebar tabel sesuai dengan lebar area dokumen yang dapat dicetak berapapun kolom yang ada pada tabel yang dimaksud. Semua isi cel dipaksa untuk menysuaikan pada lebar kolom yang terjadi akibat perintah ini. Bila isi cel adalah paragraph yang panjang, maka akan diletakkan pada baris selanjutnya pada cel yang dimkasud.
3.       Fixed Column Width
Pengaturan ini berdasar pada lebar kolom-kolom yang ditentukan sebelumnya, bila ada kolom yang tidak ditentukan ukurannya, maka lebar kolom akan menyesuaikan terhadap pengaturan sebelumnya.

Cara melakukan pengaturan ini bisa dengan memilih menu AutoFit dari Ribbon Layout atau dengan cara klik kanan, dan memilih menu AutoFit

Pengolahan data
Pengolahan data pada tabel dilakukan untuk berbagai keperluan, di antaranya:

1.       Melakukan penyortiran
Penyortiran adalah melakukan pengurutan data berdasarkan criteria tertentu. Operasi ini akan mengakibatkan seluruh baris akan ikut diatur mengikuti cel yang dijadikan dasar penyortiran. Misalkan tabel berisi data nama siswa yang tentu saja memiliki huruf awal yang bias diurutkan sesuai abjad atau sebaliknya. Tapi perlu diingat, bahwa masing-masing siswa membawa data mereka seperti, jenis kelamin, alamat, dan lain sebagainya. Data yang mengikuti siswa ini diposisikan dalam baris di mana nama siswa itu ditempatkan. Oleh sebab itu data-data masing-masing siswa tidak boleh kacau akibat dari penyortiran.
Penyortiran terdiri ari dua macam, yaitu:
a.       Ascending, yaitu penyortiran dari nilai terendah ke nilai yang tertinggi. Bila tipe data adalah teks, maka data akan diurutkan berdasarkan huruf pertama teks, di mana a adalah nilai terendah hingga z. Penyortiran juga berlaku untuk data waktu.
b.      Descending, yaitu penyortiran lawan dari Ascending  dari nilai tertinggi  ke nilai yang terendah. Bila tipe data adalah teks, maka data akan diurutkan berdasarkan huruf pertama teks, di mana z adalah nilai teringgi hingga a.

Cara melakukan penyortiran adalah:
1.        dengan mengaktifkan tabel, kemudian pada Ribbon Layout pilih menu Sort.
2.       Perhatikan pada Label  ‘My list has’, di sana tedapat dua pilihan, apakah tabel akan disortir berdasarkan kepala baris  yang berada pada baris pertama tabel atau seluruh data dalam tabel ikut disortir termasuk baris pertama. Apabila tabel memiliki kepala baris maka, pada pilihan ‘Sort by’ akan muncul nama-nama kepala baris. Pilihlah kepala baris yang akan dijadikan dasar penyortiran
3.       Tentukan tipe data isi dari kolom tersebut
4.       Pilih apakah penyortiran naik(Ascending) atau menurun(Descending)
Penyortiran bisa berdasarkan beberapa kepala baris yang dilakukan berurutan sesuai pilihan, artinya penyortiran akan dilakukan bedasarkan criteria pertama dulu, kemudian criteria kedua dan selanjutnya.


2.       Mengkonversi data pada tabel menjadi teks
Pada dasarnya dokumen word terdiri dari kolom dan baris, seperti terlihat pada bar status pada bagian bawah jendela aplikasi. Tabel juga terdiri dari baris dan kolom, hanya saja data pada satu cel tidak dibatasi jumlah karakternya. Ada kalanya dokumen berbentuk tabel harus dipaparkan menjadi baris-baris paragraf biasa saja. Untuk melakukan hal itu sangat mudah, yaitu pilih tabel, kemudian pada Ribbon layout pilih menu ‘Convert to Text’.

3.       Melakukan penghitungan
Keistimewaan tabel adalah jelasnya alamat baris dan kolom yang ada pada tabel. Bila data adalah berupa data memenuhi sayarat untuk dilakukan aplikasi rumus, maka dalam MS. Word juga ada fitur formula.
Perlu diingat, bahwa pendanda kolom adalah huruf dari A-Z dan penanda baris adalah 1-dst, apakah dalam bentuk gabungan cel(merged) atau tidak.
Seperti dalam M.S. Excel, letakkan pointer beam pada cel tempat formula akan diaplikasikan, kemudian pada Ribbon Layout pilih Formula pada kelompok menu Data.
NO
NILAI 1
NILAI 2
NILAI 3
NILAI 4
JUMLAH
RERATA
LULUS
1
56
78
100
56
291
73

2
76
90
76
53
295
74

3
56
56
56
42
210
52

4
63
53
63
56

59

5
63
63
53
53

58

6
63
63
42
42

52


Print Friendly and PDF